Sabtu, 15 Februari 2014

Notes 2

Dingin yang terlalu gigil sepertinya membuat mata terlalu penat untuk sebentar saja memandang dengan runut sebuah peristiwa,
terlalu khusyuk terpejam oleh gelap yang memeluk lelah
dan ego seringkali membuat tafsir yang terlalu murahan untuk disimpulkan.

Dan beberapa hati yang merah mengakui kepatahan dengan cara meredam percakapan. namun rindu selalu tahu untuk segera menyeleseikan tugasnya, kembali menyatukan suara dan tawa dengan cara mengumpulkan nama, benda, ingatan dan perasaan dalam sebuah doa untuk ia kirimkan kepada penyesalan dengan sebuah kesadaran.

Di luar hujan telah reda dan tulusnya mata menjelaskan arti birunya langit. di mana kesabaran adalah udara penjernih bagi segala yang rumit, pemanis bagi segala kepahitan hidup, dan pembebas segala airmata yang terlalu percuma untuk sekedar jatuh karena kelalaian emosi.




*Love you JAR*







Notes 1


Kepada; yang terakhir

Kali ini aku tak akan lagi membahas tentang kupu-kupu yang tersesat di kepalaku. karena mungkin akan percuma sebab radar kita benar-benar sudah tak bisa lagi saling mengaitkan hati, meski jarak bukanlah persoalan. apa lagi dari kita masing-masing memang sudah tak berharap untuk saling mencoba memperbaiki.

Aku putuskan untuk membiarkan kupu-kupu tersebut untuk tetap tersesat, dan kau tak perlu menepati janji untuk menggiringnya keluar dari kepalaku. aku akan terus menikmati kebingungannya tanpa perlu mempertanyakannya. aku juga akan mengasingkan percakapan kita yang pernah kusimpan entah untuk sebuah apa dengan bantuan waktu. 

Sepertinya ada benarnya kau menyudahi misteri yang ternyata dari awal telah kau sadari arti sebenarnya itu.


Selamat.

Selasa, 28 Januari 2014

Prolog

Dan ini blog ketiga setelah www.raraosan.blogspot.com lalu www.ketikakata.blogspot.com  @.@ 
ah... saya benar-benar payah akan ingatan tentang sesuatu yang seharusnya cukup mudah untuk diingat, mungkin faktor usia yang sudah lebih dari seperempat abad ?? 
mmm... tapi sepertinya tidak :) mungkin memang sudah jadi bad habbit saya :')  ya sudahlah  saya terima dengan lapang dada. 

Jika saya tilik balik lagi ke belakang, entah kenapa saya selalu kehilangan Id email atau password ketika ada babak baru dalam hidup saya, seolah menjadi sebuah pertanda bahwa harus ada ruang yang benar-benar baru dalam catatan ditempat baru yang akan saya bentuk ini :). kok ya saya ini gak kaya orang lain ya... yang bisa menjaga kunci rumah dengan baik dan benar. supaya catatan yang tinggal bisa rapi juga aman dalam satu rumah tanpa harus saling berpencar. mungkin itu yang dikatakan nasib, pun sebuah tulisan selalu memiliki nasibnya sendiri ketika tubuhnya memuat makna apa, kenapa harus ada, dan terbaca atau tidak.

Sembari saya menulis ini, saya mengecek blog pertama saya ; Raraosan yang ternyata sudah tidak bisa di akses, alamat raraosan sudah berganti dengan situs webpagedesign :D 
ahh... yah sudahlah tak mengapa. sungguh tak jadi soal jika rumah pertama catatan saya harus terhapus sebab sebenarnya niat untuk menghapus blog pertama saya tersebut juga ada, cuman dari sejak dulu niat itu ada, kendalanya ya juga dengan id email dan pasword yang benar-benar tidak bisa saya ingat dan saya lacak dari email utama saya itu. mungkin memang itu nasibnya, terhapus oleh waktu bukan oleh pemiliknya sendiri, dengan begitu saya tidak perlu merasa bersalah meniadakan segala yang pernah saya buat ada di rumah catatan pertama saya tersebut.

Untuk Ketikakata rasanya di sana saya lebih banyak menuliskan proses, entah itu proses dari segala yang menggebu menjadi lebih halus. di sana juga saya lebih banyak perenungan. rasanya di sana saya lebih berwarna. dan untuk kunci blog satu ini saya masih terus coba melacaknya meski masih dengan hasil gagal. tapi semoga saja ada keajaiban dalam otak saya kalau-kalau siapa tahu suatu saat saya bisa mengingat lagi id email juga pasword yang biasa saya gunakan ketika memasuki rumah catatan kedua milik saya ini.

Semoga saja ini  rumah catatan terakhir milik saya. Semoga.